Mendengar kata “yahudi” maka yang terlintas di kepala hanyalah kebobrokan demi kebobrokan kaum tersebut. Kejahatan, kebengisan, kelicikan, kecongkakan, pengingkaran, penjajahan, penjarahan, keras kepala dan rentetan keburukan yang lain selalu melekat di belakang nama kaum yang Allah سبحانه و تعالى dalam al-Qur’an juga menyebutnya dengan Bani Israil. Sejak dahulu sifat-sifat buruk tersebut telah melekat dan apa yang kita saksikan sekarang ini hanyalah lanjutan dari pendahulu-pendahulu mereka. Allah سبحانه و تعالى telah menegaskan dalam al-Qur’an:
Baca selengkapnya klik skip ad-nya
“Dan telah Kami tetapkan terhadap Bani Israil dalam Kitab itu: “Sesungguhnya kamu akan membuat kerusakan di muka bumi ini dua kali dan pasti kamu akan menyombongkan diri dengan kesombongan yang besar”. (Q.S. al-Isra’ : 4).Paling keras permusuhannya dengan Islam
Ketika kita kembali mengingat sejarah orang-orang yahudi yang suka membantah ajakan Nabi Muhammad صلى الله عليه و سلم menuju jalan yang benar, maka kita bisa melihat betapa angkuh dan keras hati mereka. Kebencian mereka terhadap Islam tak akan pernah surut sampai kapan pun. Mereka tak akan pernah rela kepada umat Islam, sampai umat Islam mau mengikuti hawa nafsu mereka. Memang musuh Islam banyak (tak hanya yahudi), bahkan orang yang beragama Islam yang munafik kepada agama Islam bisa menjadi musuh Islam juga. Namun, rasa permusuhan yang ada dalam hati para yahudi lebih keras dan sadis dibanding dengan musuh-musuh yang lain.
“Sesungguhnya kamu dapati orang-orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman ialah orang-orang yahudi dan orang-orang musyrik…” (Q.S. Al-Maidah : 82).Kita semua sekarang juga bisa melihat fakta kebencian mereka terhadap orang-orang Islam yang ada di Gaza. Bertahun-tahun yahudi Israel menjajah, mengusir dan menyiksa rakyat Palestina.
Israel dan Amerika menuduh Hamas adalah kelompok teroris yang harus dihancurkan, padahal Israel dan AS yang sebenarnya lebih pantas disebut Teroris. Banyak fakta-fakta yang kuat yang bisa dijadikan penguat atas hal ini, seperti pembunuhan ratusan ribu orang di Irak atas tuduhan senjata pemusnah masal/nuklir yang akhirnya tak bisa dibuktikan oleh George W. Bush, begitu juga pembantaian oleh tentara-tentara Israel kepada warga sipil di Gaza, Palestina. Sungguh sikap mereka sangat keji dan tidak manusiawi.
Dan permusuhan tersebut akan berlanjut hingga akhir zaman sebagaimana firman Allah سبحانه و تعالى,
“Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan (pernah) senang kepadamu hingga kamu mengikuti agama mereka…” (Q.S. al-Baqarah : 120)Membunuh adalah hal biasa
Pembunuhan ribuan orang di Gaza dan pembantaian 20-an relawan di kapal Mavi Marmara hanyalah rentetan kecil catatan kejahatan pembunuhan yang dilakukan oleh yahudi. Pembunuhan bukan hal asing dalam sejarah yahudi. Sebab dalam pandangan mereka wajib memerangi orang-orang yang kontroversi dengan keinginan mereka, bahkan nabi-nabi yang di utus kepada mereka, seperti Nabi Zakariya عَلَيْهِ السَلاَمُ dan Nabi Yahya عَلَيْهِ السَلاَمُ pun dibunuh. Mereka juga mengira telah berhasil membunuh Nabi `Isa عَلَيْهِ السَلاَمُ dan bangga atas usahanya. Tapi Al-Quran membantahnya (Q.S.an-Nisaa’:157).

Yahudi bangsa penakut
Penyerangan terhadap relawan di kapal Mavi Marmara adalah bukti kepengecutan yahudi. Relawan yang tak bersenjata di serang dengan persenjataan lengkap. Ketakutan yang berlebihan akan adanya senjata yang diselundupkan di kapal tersebut memperkuat bukti paranoidnya. Menurut statemen mereka sendiri bahwa mereka melarang selempeng besipun masuk di Gaza termasuk semen dan benda yang dianggap berbahaya, mereka takut para pejuang Hamas menjadikannya senjata. Padahal mereka dengan bebasnya membuat senjata nuklir, dan sebagaimana kita ketahui bahwa Israel adalah salah satu negara yang menolak menandatangani kesepakatan pembatasan nuklir di dunia.
Sejak dahulu bangsa yahudi memang penakut. Mereka pernah menolak janji Allah سبحانه و تعالى yang memastikan kemenangan jika mau berperang bersama Nabi Musa عَلَيْهِ السَلاَمُ, membuktikan sebenarnya yahudi adalah bangsa penakut, pesimis, tamak terhadap dunia, dan lebih memilih hidup hina daripada mati mulia. Perhatikan dialog mereka dengan Nabi Musa عَلَيْهِ السَلاَمُ berikut ini yang termaktub dalam Al-Qur’an
“Wahai kaumku, masuklah ke tanah suci (Palestina) yang telah ditentukan Allah bagimu, dan janganlah kamu lari ke belakang (karena takut kepada musuh), maka kamu menjadi orang-orang yang merugi.Janji penyemangat dari Nabi Musa عَلَيْهِ السَلاَمُ mereka tanggapi dingin, bahkan dengan sombongnya menyuruh Musa عَلَيْهِ السَلاَمُ dan Allah سبحانه و تعالى saja yang berperang.
Mereka berkata: “Wahai Musa, sesungguhnya dalam negeri itu ada orang-orang yang gagah perkasa, sesungguhnya kami sekali-kali tidak akan memasukinya sebelum mereka ke luar daripadanya. Jika mereka ke luar daripadanya, pasti kami akan memasukinya.”
Berkatalah dua orang (Musa dan Harun) di antara orang-orang yang takut (kepada Allah) yang Allah telah memberi nikmat atas keduanya: “Serbulah mereka dengan melalui pintu gerbang (kota) itu, maka bila kamu memasukinya niscaya kamu akan menang. Dan hanya kepada Allah hendaknya kamu bertawakkal, jika kamu benar-benar orang yang beriman”. (Q.S. al-Mai’dah : 21-24)
“Mereka berkata: “Wahai Musa, kami sekali-sekali tidak akan memasukinya selama-lamanya, selagi mereka ada di dalamnya, karena itu pergilah kamu bersama Tuhanmu, dan berperanglah kamu berdua, sesungguhnya kami hanya duduk menanti di sini saja”. (Q.S. al-Mai’dah : 25)
Karena pembangkangannya kaum yahudi diharamkan untuk masuk di tanah suci tersebut.
Keras kepala dan Menghalalkan segala cara
Al-Quran menggambarkan bahwa kerasnya batu tidak bisa mengimbangi kerasnya hati kaum yahudi. Sebab masih ada batu yang terbelah lalu keluar mata air darinya dan ada juga yang meluncur jatuh karena takut kepada Allah سبحانه و تعالى (Q.S. 2:74). Keras hati kaum yahudi ini di antaranya disebabkan hobi mereka mendengarkan berita dusta dan makan dari usaha yang diharamkan (Q.S. 5:24).
Salah satu sistem perdagangan hasil cetusan dari yahudi adalah riba, saat ini sistem ini telah menjamur baik di kalangan non muslim ataupun muslim sendiri, harta haram yang mereka makan dari sistem ini menjadi salah satu penyebab butanya hati mereka dari larangan Allah untuk melakukan praktek riba.
“Suka” membolak-balikkan Fakta
Ada hal yang mengherankan dari insiden “Mavi Marmara”. Zionis yahudi yang telah jelas-jelas melanggar karena menyerang masyarakat sipil tak bersenjata di perairan internasional,tapi dengan kekuatan media yang mereka kuasai, dengan mudahnya mereka membolak-balikkan fakta.
Mereka menyebarkan berita bohong di media-media bahwa merekalah yang diserang dengan senjata api dari para relawan, padahal sebilah pisaupun tidak dimiliki oleh relawan. Kalaupun tentara yahudi diserang oleh relawan toh itu adalah suatu hal yang wajar karena mereka datang seperti penyamun dan membajak kapal.
Merekapun berkilah bahwa tak akan membiarkan siapapun untuk mengganggu kedaulatannya, padahal para relawan datang bukan untuk menyerang Zinosi tapi untuk memberi bantuan kepada penduduk Gaza yang kelaparan. Bahkan zionislah yang mengganggu kedaulatan laut Gaza. Zionis tidak memiliki hak untuk mengendalikan perairan teritorial milik Gaza apalagi untuk menghentikan armada bantuan yang datang untuk masuk di perairan Gaza. Paradoks!
Kebiasaan membolak-balikkan fakta tersebut ternyata lagi-lagi bukanlah hal yang baru, kitab suci yang merupakan wahyu Allah سبحانه و تعالى mereka ubah dengan tangan mereka dan mengatakan ini dari Allah سبحانه و تعالى.
“Apakah kamu masih mengharapkan mereka akan percaya kepadamu, padahal segolongan dari mereka mendengar firman Allah, lalu mereka mengubahnya setelah mereka memahaminya, sedang mereka mengetahui.” (Q.S. al-Baqarah : 75)
“Maka kecelakaan yang besarlah bagi orang-orang yang menulis Al Kitab dengan tangan mereka sendiri, lalu dikatakannya: “Ini dari Allah”, (dengan maksud) untuk memperoleh keuntungan yang sedikit dengan perbuatan itu. Maka kecelakaan besarlah bagi mereka, karena apa yang ditulis oleh tangan mereka sendiri, dan kecelakaan besarlah bagi mereka, karena apa yang mereka kerjakan.” (Q.S. al-Baqarah : 79)Suka melanggar dan ingkar janji
Penyerangan penggunaan bom cluster, pembunuhan masyarakat sipil tak bersalah, penyiksaan dan pemerkosaan wanita dalam penjara adalah pelanggaran atas konvensi Jenewa. Tapi bagi zionis yahudi itu hal biasa. Berbagai perjanjian telah disepakati antara zionis dengan Palestina tapi semua berakhir dengan pengkhianatan yahudi. Allah سبحانه و تعالى telah memperingatkan kepada kita akan karakter lekat yahudi tersebut
“(Yaitu) orang-orang yang kamu telah mengambil perjanjian dari mereka, sesudah itu mereka mengkhianati janjinya pada setiap kalinya, dan mereka tidak takut (akibat-akibatnya).” (Q.S. al-Anfal : 56)Inilah fakta lain tentang yahudi yang sudah diungkapkan Al-Quran sejak awal risalah Islam. Karenanya akan sangat aneh jika masih ada pemimpin Islam yang berharap banyak untuk mengadakan perjanjian dengan Israel, seolah-olah lupa dengan Fakta Quran dan fakta sejarah kenabian. Jika kita membaca ulang sejarah yahudi dalam Sirah Nabawiyah, maka akan ada kesimpulan utuh bahwa sejarah Yahudi adalah sejarah pembangkangan dan pengkhianatan.
Bahkan sampai-sampai Allah سبحانه و تعالى mengangkat bukti Thursina untuk mengambil janji agar mereka melaksanakan Taurat tapi mereka kemudian mengatakan “Kami dengar tetapi tidak mentaati”. (Q.S. al-Baqarah : 93)
Sejak dahulu al-Qur’an telah membuka borok-borok yahudi dan sekarang kitapun masih melihat bahwa apa yang ada dalam al-Qur’an khususnya berkaitan dengan mereka adalah, dari dulu dan sekarang ternyata mereka sama saja.
Wallahu a’lam.
Perlu diketahui bahwa ISRAIL adalah nama lain dari seorang Nabi yang mulia, keturunan Nabi Ibrahim عَلَيْهِ السَلاَمُ yaitu Nabi Ya’qub عَلَيْهِ السَلاَمُ. Allah سبحانه و تعالى berfirman :
كُلُّ الطَّعَامِ كَانَ حِلًّا لِبَنِي إِسْرَائِيلَ إِلَّا مَا حَرَّمَ إِسْرَائِيلُ عَلَى نَفْسِهِ مِنْ قَبْلِ أَنْ تُنَزَّلَ التَّوْرَاةُ
“Semua makanan adalah halal bagi Bani Israil melainkan makanan yang diharamkan oleh Israil untuk dirinya sendiri sebelum Taurat diturunkan.” (Q.S. Ali Imran: 93)
Israil yang pada ayat di atas adalah nama lain dari Nabi Ya’qub عَلَيْهِ السَلاَمُ. Dan nama ini diakui sendiri oleh orang-orang yahudi, sebagaimana disebutkan dalam hadits dari Ibn Abbas radhiallahu ‘anhu: “Sekelompok orang yahudi mendatangi Nabi Muhammad صلى الله عليه و سلم untuk menanyakan empat hal yang hanya diketahui oleh seorang nabi. Pada salah satu jawabannya, Nabi Muhammad صلى الله عليه و سلم mengatakan: “Apakah kalian mengakui bahwa Israil adalah Ya’qub?” Mereka menjawab: “Ya, betul.” Nabi صلى الله عليه و سلم bersabda: “Ya Allah, saksikanlah.” (HR. Daud At-Thayalisy 2846)
Kata “Israil” merupakan susunan dua kata “israa” dan “iil” yang dalam bahasa arab artinya Shafwatullah (kekasih Allah).
Ada juga yang mengatakan “israa” dalam bahasa arab artinya ‘abdun (hamba), sedangkan “iil” artinya Allah, sehingga Israil dalam bahasa arab artinya ‘Abdullah (hamba Allah). (lihat Tafsir At Thabari dan Al Kasyaf ketika menjelaskan tafsir surat Al Baqarah ayat 40)
Perlu
diketahui, penamaan negeri yahudi dengan nama Israil termasuk salah
satu di antara sekian banyak konspirasi (makar) yahudi terhadap
dunia. Mereka tutupi kehinaan nama asli mereka YAHUDI dengan nama
Bapak mereka yang mulia Nabi Israil عَلَيْهِ السَلاَمُ. Karena bisa jadi mereka sadar bahwa nama YAHUDI telah disepakati jeleknya oleh seluruh dunia, mengingat Allah سبحانه و تعالى telah mencela nama ini dalam banyak Ayat di Al-Qur’an.
Kita tidak mengingkari bahwa orang-orang yahudi merupakan keturunan Nabi Israil عَلَيْهِ السَلاَمُ, akan tetapi ini bukan berarti diperbolehkan menamakan yahudi dengan nama yang mulia ini. Bahkan yang berhak menyandang nama dan warisan Nabi Ibrahim عَلَيْهِ السَلاَمُ dan Para Nabi yang lainnya adalah kaum Muslimin dan bukan yahudi yang kafir.
Allah سبحانه و تعالى berfirman :
مَا كَانَ إِبْرَاهِيمُ يَهُودِيًّا وَلَا نَصْرَانِيًّا وَلَكِنْ كَانَ حَنِيفًا مُسْلِمًا وَمَا كَانَ مِنَ الْمُشْرِكِينَ
“Ibrahim bukan seorang Yahudi dan bukan seorang Nasrani, akan tetapi dia adalah seorang yang lurus lagi berserah diri dan sekali-kali bukanlah dia termasuk golongan orang-orang musyrik.” (Q.S. Ali Imran: 67)
إن أولى الناس بإبراهيم للذين اتبعوه وهذا النبي والذين آمنوا والله ولي المؤمنين
“Sesungguhnya orang yang paling berhak terhadap Ibrahim ialah orang-orang yang mengikutinya dan Nabi ini, beserta orang-orang yang beriman, dan Allah adalah Pelindung semua orang-orang yang beriman.” (Q.S. Ali Imran: 68)
Semoga Allah سبحانه و تعالى memberikan taufik kepada kita dan seluruh kaum muslimin untuk mengucapkan dan melakukan perbuatan yang dicintai dan di ridhoi oleh Allah سبحانه و تعالى .
![]() |
| Rabbi Yahudi |
-.http://www.facebook.com/no
-.http://www.facebook.com/no
Kitab yang dipegang oleh ahli kitab :
http://www.facebook.com/no
FAKTA ANEH YANG SANGAT MENGGELIKAN :
http://www.harunyahya.com/Dalam Q.S.2:65 Allah سبحانه و تعالى mengutuk Bani (Yahudi) Israil, karena melanggar perintah Allah سبحانه و تعالى. Dengan tegas Allah سبحانه و تعالى menyatakan, "Jadilah kamu kera yang hina!"
Charles Robert Darwin (12 Februari 1809 – 19 April 1882) adalah seorang naturalis Inggris adalah seorang keturunan Yahudi Charles Robert Darwin yang telah mengetahui bahwa dirinya berasal dari keturunan Yahudi atau dari bani Israil yang Allah kutuk menjadi kera! Maka Charles Robert Darwin dengan segala upaya & kedengkian mengumumkan dan mencocokkan teori Evolusi sesatnya dengan filsafat materialisme Barat lainnya bahwa manusia seluruh dunia adalah hasil Evolusi seleksi kera. Lucu, dan tidak punya rasa malu melemparkan kesalahan tanpa memikirkan asal usul yang jelas. yang padahal hanya manusia Bani Israil atau Yahudi saja yang Allah telah mengutuk & melaknat kaum pembangkang tersebut. dan sudah tidak di sangsikan lagi sikap dan sifat bangsa yahudi yang pada dasarnya benar-benar laknat dan pembangkang, kecuali sebagian dari mereka yang mendapat petunjuk dan hidayah :
http://www.facebook.com/no
~oOo~
![]() |
| Bangsa Melanesia/Melaka |
Itinerario, Buku Penyebab Melanesia timur,selatan Dijajah Belanda 3,5 Abad
http://www.facebook.com/no
Konspirasi Yahudi dibalik nama "Melayu" yang sebenarnya adalah negri ISLAM MELAKA/MELANESIA :
http://www.facebook.com/no
Setelah MELANESIA/MELAKA pecah,
Gerakan Freemason dalam Sejarah Indonesia:
tidak puas sampai disitu, perpecahan terus berlanjut sampai penguasaan jiwa & pikiran :
-.http://www.facebook.com/no
-.http://www.facebook.com/vi
~oOo~
Sumber dasar pemikiran YAHUDI:
http://www.facebook.com/no
dalam Q.S 4-7. Allah سبحانه و تعالى berfirman :
Dan telah Kami tetapkan terhadap Bani Israil dalam Kitab itu: "Sesungguhnya kamu akan membuat kerusakan di muka bumi ini dua kali dan pasti kamu akan menyombongkan diri dengan kesombongan yang besar". Maka apabila datang saat hukuman bagi (kejahatan) pertama dari kedua (kejahatan) itu, Kami datangkan kepadamu hamba-hamba Kami yang mempunyai kekuatan yang besar, lalu mereka merajalela di kampung-kampung, dan itulah ketetapan yang pasti terlaksana. Kemudian Kami berikan kepadamu giliran untuk mengalahkan mereka kembali dan Kami membantumu dengan harta kekayaan dan anak-anak dan Kami jadikan kamu kelompok yang lebih besar. Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri dan jika kamu berbuat jahat, maka (kejahatan) itu bagi dirimu sendiri, dan apabila datang saat hukuman bagi (kejahatan) yang kedua, (Kami datangkan orang-orang lain) untuk menyuramkan muka-muka kamu dan mereka masuk ke dalam mesjid, sebagaimana musuh-musuhmu memasukinya pada kali pertama dan untuk membinasakan sehabis-habisnya apa saja yang mereka kuasai. (Q.S. Al Isro [17]: 4-7)
Yang dimaksud “Dan telah Kami tetapkan” (Q.S. Al-Isro:4), yakni Kami tulis dan kabarkan kepada Bani Israil bahwa kalian kelak akan melakukan kerusakan di muka bumi sebanyak dua kali. Namun yang perlu ditegaskan bahwa ketentuan Allah untuk Bani Israil tersebut bukanlah ketentuan yang bersifat memaksa, sebab hal ini merupakan wilayah yang menjadi pilihan manusia dan Allah tidak memaksa siapapun untuk berbuat kekejian. Allah سبحانه و تعالى berfirman :
Dan apabila mereka melakukan perbuatan keji, mereka berkata: "Kami mendapati nenek moyang kami mengerjakan yang demikian itu, dan Allah menyuruh kami mengerjakannya." Katakanlah: "Sesungguhnya Allah tidak menyuruh (mengerjakan) perbuatan yang keji." Mengapa kamu mengada-adakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui? (Q.S. Al A’raaf [7]: 28)
Kerusakan Pertama :
Menurut
Syaikh Mahir Agha mengutip pendapat Dr. Shalah al Khalidi, kerusakan
pertama yang dilakukan orang-orang Yahudi dengan congkak telah terjadi
di negeri Hijaz sebelum diutusnya Nabi Muhammad saw. Kabilah Yahudi
pergi dari Palestina mendatangi Hijaz, Madinah dan sekitarnya. Mereka
lari dari kekejaman Yunani dan Romawi. Orang-orang arab seperti suku
Aus dan Khazraj terkagum-kagum dengan ilmu pengetahuan, kebudayaan dan
pola hidup orang-orang Yahudi. Kesempatan ini digunakan oleh Yahudi
untuk mengekploitasi bangsa arab. Mereka memprovokasi suku aus dan
khazraj sehingga keduanya terlibat dalam konflik berkepanjangan
(sekitar 120 tahun), selain itu mereka menjeratnya dengan sistem riba
yang mencekik.Surah Al Isro’ merupakan surah makkiyah (turun di mekah) pada tahun kesepuluh kenabian. Penghentian kerusakan pertama dimulai setelah perang Badar yang terjadi pada tahun kedua hijrah. Oleh karena itu, ungkapan dalam ayat ini menggunakan lafadz “idza” (apabila) untuk menggambarkan masa depan.
Artinya: maka apabila datang janji pertama dari kedua janji itu (Q.S. Al – Isro’: 5)
Artinya, penghentian kerusakan itu terjadi setelah turunnya ayat ini, dan bukan peristiwa yang telah terjadi sebelum ayat ini diturunkan.
Allah سبحانه و تعالى tidak akan mengingkari janji-janji-Nya. Ketika Rasul dan sahabat hijrah ke Madinah. Kemudian beliau mengikat suku-suku yang ada dengan mitsaqul madinah (Piagam Madinah). Ternyata entitas Yahudi yang terikat dalam perjanjian mengingkarinya. Maka Rasul menghukum mereka, sebagian besar dari mereka diusir dan sebagiannya dibunuh. Hal ini dipertegas dengan firman Allah سبحانه و تعالى :
Kami datangkan kepadamu hamba-hamba Kami yang mempunyai kekuatan yang besar, lalu mereka merajalela di kampung-kampung, dan itulah ketetapan yang pasti terlaksana (Q.S. Al Isro’[17]: 5)
Yang dimaksud lafadz ‘ibadan lana adalah para sahabat Nabi. Kata ‘ibadan (hamba-hamba) yang disambung dengan lafadz lana (bagi kami) menegaskan hal tersebut. Tidak seperti anggapan sebagian mufassir yang menyatakan bahwa yang dimaksud hamba-hamba kami adalah Nebukadnezar dan tokoh-tokoh lain dari bangsa Asyur, Yunani, dan Romawi. Al quran secara tegas juga membedakan istilah ‘abid dengan ‘ibad, meski secara harfiah artinya sama, yaitu hamba. Kata ‘abid dalam al quran disebutkan sebanyak lima kali dan semuanya ditujukan untuk orang kafir. Seperti fiman Allah سبحانه و تعالى :
Artinya: Tuhanmu tidak akan menganiaya hamba-hamba (Q.S.Fushilat [41]: 46)
Sedangkan kata ‘ibad disebutkan dalam al quran sebanyak 95 kali, dan kebanyakan ditujukan bagi orang-orang beriman yang shalih.
Kerusakan Kedua:
Pasca
runtuhnya khilafah sebagai institusi pelindung kaum muslimin -bahkan
runtunya khilafah juga tidak terlepas dari peran yahudi Dunamah bernama
Mustafa Kamal- Yahudi kembali berbuat kerusakan di muka bumi. Mereka
eksodus secara bergelombang ke Palestina, hingga akhirnya membangun
entitas negara Israel pada tahun 1948, kerusakan dunia karena
penerapan ideologi sosialisme dan kapitalisme juga tidak terlepas
dari campur tangan Yahudi. Karl Marx sebagai ideolog sosialisme
adalah seorang Yahudi, Adam Smith sebagai pencetus ekonomi kapitalis
juga adalah seorang Yahudi. Benarlah firman Allah سبحانه و تعالى :Kemudian Kami berikan kepadamu giliran untuk mengalahkan mereka kembali dan Kami membantumu dengan harta kekayaan dan anak-anak dan Kami jadikan kamu kelompok yang lebih besar (Q.S. Al Isro’ [17]: 6)
Kata tsumma (kemudian) menjelaskan perihal kerusakan yang kedua. Kata tsumma digunakan untuk menunjukkan urutan peristiwa dengan jangka waktu yang cukup lama, yaitu setelah lebih 13 abad umat Islam berjaya. Namun saat umat Islam telah jauh dari agamanya, tidak memiliki pemahaman yang benar tentang agamanya, hingga diruntuhkannya institusi pelindungnya maka umat Islam kembali menjadi bangsa yang terjajah.
Masa kemenangan umat Islam:
Di akhir ayat ketujuh Allah سبحانه و تعالى menjanjikan kemenengan umat Islam dan kemusnahan bagi bangsa Yahudi.
Allah سبحانه و تعالى berfirman :
"dan apabila datang saat hukuman bagi (kejahatan) yang kedua, (Kami datangkan orang-orang lain) untuk menyuramkan muka-muka kamu dan mereka masuk ke dalam mesjid, sebagaimana musuh-musuhmu memasukinya pada kali pertama dan untuk membinasakan sehabis-habisnya apa saja yang mereka kuasai "(Q.S. Al Isro’[17]: 7).
Istilah “mencoreng/menyuramkan muka” adalah ungkapan atas kemenangan kaum muslimin. Sedang yang dimaksud dengan “muka-muka kalian” yakni wajah-wajah orang Yahudi. Kaum muslimin akan memasuki masjid sebagaimana mereka memasukinya dulu dan membinasakan atau menghancurkan segala apa yang dibangun Yahudi sehancur-hancurnya. Sebagaimana hadist Nabi صلى الله عليه و سلم :
"Tidak akan terjadi hari kiamat sehingga kalian memerangi orang-orang Yahudi, kaum muslimin akan memerangi mereka sehingga ada seorang yahudi bersembunyi di balik batu atau pohon, lalu batu atau pohon tersebut berkata; 'Wahai muslim, wahai hamba Allah, ini ada seorang yahudi bersembunyi di belakangku, kemari dan bunuhlah ia, ' kecuali pohon gharqad, karena ia adalah pohon yahudi." (HR. Ahmad no. 9029)
Sumber : http://qishash-qsh.blogspot.com/2011/07/yahudi-yahudi-zionis-itu-bukan-israil.html


















0 komentar:
Poskan Komentar
Jangan sara dengan komentar kalian...